Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pembangunan SDIT Al-Amin Kapuas (per 13 April 2015)

SDIT Al-Amin Kapuas
Pembangunan SDIT Al-Amin Kapuas yang terletak di Jl. Pemuda, Kuala Kapuas sudah mencapai atap, meskipun dindingnya belum ada. Pembangunan sudah dimulai sejak sekitar 1 bulan yang lalu. Pembangunan ini dilakukan dengan sumbangan pembangunan dari orang tua siswa SDIT Al-Amin Kapuas. Bangunan sementara ini merupakan langkah awal untuk memulai pembangunan Islamic Center Al-Amin Kapuas yang total biayanya berkisar 61 milyar rupiah. Diharapkan dalam beberapa tahun ke depan seluruh sekolah yang saat ini berada di Kompleks PGRI Jl. Barito Gg. XI, secara berangsur-angsur dapat pindah ke lokasi baru ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"