Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pembukaan Hutan SDIT Al-Amin Kapuas

Jembatan dari samping Masjid Darul Aman
Sebulan yang lalu, saat meninjau lokasi SDIT Al-Amin, jembatannya masih darurat, dan jalan ke arah SDIT dari jembatan yang ada sangat becek. Tapi pada kunjungan kedua ini, jembatan sudah lebih baik dan jalan ke arah SDIT pun sudah banyak yang ditambal.
Jembatan dari Jalan BPP
Jalan dari arah BPP pun sudah mulai di semen. Bahkan badan jalan yang akan di semen pun sudah bisa terlihat. Jadi jalan yang dapat digunakan untuk menuju lokasi ini bisa dari samping Masjid Darul Amin, dan bisa dari Jalan BPP (Cilik Riwut).
Jalan ke SDIT yang masih tambal sulam
Saat ini pihak yayasan sedang mengupayakan pengurukan jalan ke lokasi SDIT. Dalam pertemuan dengan Bupati pada bulan November 2014 yang lalu, beliau menyanggupi untuk mengupayakan jalan dari Jalan Pemuda ke lokasi SDIT. Namun ketika dikonfirmasi ke pihak yayasan, mereka belum mengajukan usulan tertulis kepada Bupati Kapuas.
Jalan di dekat SDIT, sudah kering
Berbeda dengan bulan lalu dimana kendaraan roda dua sulit untuk mencapai lokasi SDIT, dalam kunjungan pagi ini (Minggu, 24 Mei 2015) kendaraan roda dua mudah mencapai SDIT. Bangunan SDIT sepanjang 70 meter ini sudah dilengkapi dengan WC, kantor dan rumah penjaga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"