Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

RSUD Juga Punya Tenaga Akupunktur



World Congress on Medical Acupunctur
Baru-baru ini ada selebaran yang menawarkan pengobatan akupunktur. Saya langsung teringat bahwa rumah sakit pun sudah punya pelayanan akupunktur yang sempat ramai ketika belum ada dokter spesialis saraf. Saat ini Poliklinik Akupunktur rumah sakit dikelola oleh dr. Erny Indrawati. Baru-baru ini beliau mengikuti World Congress on Medical Acupunctur di Bali yang diorganisir oleh Indonesian Association of Medical Acupunctur (HIDAMI).

Menurut keterangan dr. Erny, akupunktur sekarang sudah sangat maju, mereka sudah menggunakan akupunktur untuk kecantikan dengan menanamkan benang di titik-titik akupunktur. Berbagai penyakit pun dapat ditangani dengan akupunktur. Saat ini kedokteran barat pun mengakui akupunktur terhadap kondisi-kondisi tertentu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"