Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pesantren Ramadhan SMP Negeri 3 Selat

Peserta Pesantren Ramadhan SMPN 3 Selat
SMPN 3 Selat (sebelumnya adalah SMPN 4 Selat) setiap tahun menyelenggarakan kegiatan Pesantren Ramadhan. Pesantren Ramadhan tahun ini dilaksanakan hari Selasa-Rabu, 23-24 Juni 2015. Kegiatan ini diisi dengan pemberian materi kepada para siswa oleh berbagai narasumber. Diantaranya adalah oleh dr. Tri Setyautami, MPHM yang menyampaikan materi Puasa dan Kesehatan.
dr. Tri Setyautami sedang menyampaikan materi
Kegiatan ini diikuti oleh para siswa dan guru SMPN 3 Selat. Sebagian besar siswa SMPN 3 Selat mengikuti kegiatan Pesantren Ramadhan yang diselenggarakan oleh AMMAl Amanah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"