Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Anda punya komputer bekas - Mari sumbangkan !

Screenshoot Ubuntu 14.04 LTS
Sejak bulan lalu, komputer-komputer yang berasal dari Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) yang ditempat di Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas ditarik oleh penyedianya. Hal ini membuat para santri pondok pesantren sama sekali tidak punya akses ke dunia luar.

Ada ide untuk minta sumbangan dari para donatur yang punya komputer bekas yang tidak terpakai, baik karena rusak harddisk atau motherboard-nya.

Bagi anda yang punya komputer atau laptop yang rusak harddisk atau motherboard-nya, silahkan hubungi Bapak Sugeng Sukriyanto (085252841044).

Direncanakan komputer atau laptop bekas ini akan menggunakan sistem operasi Ubuntu yang gratis.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"