Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Keistimewaan Orang Bertakwa

Bapak Supriyanto, MPd sedang menyampaikan ceramah
Pada hari Jum'at, 3 Juli 2015 bertempat di TKIT Al-Amin Kapuas dilaksanakan kegiatan buka puasa bersama. Kegiatan ini diikuti oleh orang tua murid dan pembina, pengawas, pengurus, dan para kepala lembaga dilingkungan Yayasan Islam Al-Amin Kapuas. Ceramah pengantar berbuka puasa disampaikan oleh pimpinan Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas, Supriyanto, MPd. Beliau menyampaikan tentang keistimewaan orang yang bertakwa diantaranya akan mendapat rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka. Pembacaan do'a dilakukan oleh Ustadz Suriani Jiddy, Lc.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"