Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Halal bi halal gabungan 2015

Pada hari Kamis, 13 Agustus 2015 bertempat di lapangan Bukit Ngalangkang diselenggarakan Halal bi halal TNI, Polri, PNS, organisasi dan masyarakat Kabupaten Kapuas.

Acara ini diawali dengan sajian dari tim qasidah, Risti dan paduan suara PKK Kabupaten Kapuas yang dipimpin oleh Ibu Ari Egahny S. Bahat.

Tausiyah disampaikan oleh Ustadz H. Irfan Yusuf, S. Ag (Ustadz Rahul) dari Medan. Beliau menyampaikan riwayat kata-kata Minal Aidzin wal Faidzin yaitu kata-kata yang diucapkan ketika para suami bertemu dengan istri mereka setelah Perang Badr.

Beliau menyampaikan bahwa tujuan Ramadhan adalah takwa - menahan diri, memunculkan kesabaran. Puasa juga melatih kita untuk ikhlas. Ibadah lain (shalat, zakat, haji) mudah untuk ria.

Beliau mengajak kita untuk bisa menjaga ibadah setelah Ramadhan. Beliau mengajak agar Qur'an tetap dibaca setelah Ramadhan. Beliau menyesalkan siaran televisi yang hanya memanfaatkan kaum Muslimin untuk kebesaran mereka.

Beliau salut kepada Kapuas yang bisa mempertahankan kerukunan umat beragama. Siapa yang menghormati kafir dzimmi sama dengan menghormati Rasulullah. Beliau mengajak kita untuk menjadi lebah yang memakan yang baik, tidak suka merusak dan beramal baik



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)