Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Halal bi halal gabungan 2015

Pada hari Kamis, 13 Agustus 2015 bertempat di lapangan Bukit Ngalangkang diselenggarakan Halal bi halal TNI, Polri, PNS, organisasi dan masyarakat Kabupaten Kapuas.

Acara ini diawali dengan sajian dari tim qasidah, Risti dan paduan suara PKK Kabupaten Kapuas yang dipimpin oleh Ibu Ari Egahny S. Bahat.

Tausiyah disampaikan oleh Ustadz H. Irfan Yusuf, S. Ag (Ustadz Rahul) dari Medan. Beliau menyampaikan riwayat kata-kata Minal Aidzin wal Faidzin yaitu kata-kata yang diucapkan ketika para suami bertemu dengan istri mereka setelah Perang Badr.

Beliau menyampaikan bahwa tujuan Ramadhan adalah takwa - menahan diri, memunculkan kesabaran. Puasa juga melatih kita untuk ikhlas. Ibadah lain (shalat, zakat, haji) mudah untuk ria.

Beliau mengajak kita untuk bisa menjaga ibadah setelah Ramadhan. Beliau mengajak agar Qur'an tetap dibaca setelah Ramadhan. Beliau menyesalkan siaran televisi yang hanya memanfaatkan kaum Muslimin untuk kebesaran mereka.

Beliau salut kepada Kapuas yang bisa mempertahankan kerukunan umat beragama. Siapa yang menghormati kafir dzimmi sama dengan menghormati Rasulullah. Beliau mengajak kita untuk menjadi lebah yang memakan yang baik, tidak suka merusak dan beramal baik



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"