Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Shalat Idul Adha ditengah kabut asap

Jama'ah shalat Idul Adha di Stadion Panunjung Tarung
Pada hari Kamis, 24 September 2015 bertempat di Stadion Panunjung Tarung dilaksanakan Shalat Idul Adha 1436 H. Kegiatan ini dikoordinir oleh jama'ah Masjid An-Nur yang terletak di Jalan Patih Rumbih, Kuala Kapuas. Sebagian jama'ah mengenakan masker karena kabut asap yang cukup tebal di Kuala Kapuas. Imam dan khatib adalah Ustadz Mukhlis Birridho dari Pondok Pesantren Syarifah, Martapura, Kalimantan Selatan. Beliau menyampaikan tentang asal mula kota Mekah dan pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim a.s. Untuk lengkapnya, silahkan menyimak video dibawah ini:



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"