Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

KPA Kapuas mengikuti Pertemuan Nasional AIDS V di Makassar

Foto bareng peserta Pertemuan Nasional AIDS V dari KPA Kapuas
Pada tanggal 26-29 Oktober 2015 bertempat di Hotel Sahid, Makassar, rombongan dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Kapuas mengikuti Pertemuan Nasional AIDS V. Perwakilan dari KPA yang hadir adalah Bapak Muhajirin (Ketua Pelaksana KPA), Ibu Dra. Nor Afiaty (Ketua GOW), Pak Gampar (Sekretaris KPA), dr. Adelina Yunus (Wakil Ketua I KPA), Raison SKM MM (Ketua Sekretariat KPA), Tri Setyautami (Sekretaris pada Sekretariat KPA), Yonas (Pelaksana P2 HIV AIDS),Sekretariat KPA Rico Sulismanto, dan Fathurahman (Kabid Sosbud Bappeda). 

Dalam pertemuan nasional tersebut ada pertemuan khusus Kepala Daerah, simposium, pleno, capactiy building, oral presentation, poster presentation dan kunjungan lapangan. Unsur yang hadir dalam pertemuan tersebut berasal dari pemerintahan, organisasi masyarakat, komunitas, agama, dan lain-lain pemangku kepentingan. Pertemuan ini dihadiri oleh sekitar 1.000 orang dari seluruh Indonesia. 

Saat ini sudah ada 15 orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kapuas. Diperkirakan setiap 1 ODHA ada 100 orang disekitarnya yang positif. Kapuas punya banyak potensi untuk berkembangnya HIV AIDS. KPA Kapuas mulai menggeliat sejak akhir 2014, dengan dana operasional utama dari bantuan hHibah Pemda Kapuas. Diharapkan dengan mengikuti Pertemuan Nasional AIDS ini, KPA Kapuas dapat menambah pengetahuan, pembelajaran dari daerah-darah lain, serta jaringan kerjasama penanggulangan HIV AIDS antar daerah.  Tujuan akhir penanggulangan HIV AIDS adalah : zero new infection, zero death due to HIV AIDS, dan zero discrimination. Tema Pernas : saatnya semua bertindak


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)