Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Pawai 1 Muharram 1437 H di Kuala Kapuas



Pada hari Rabu, 14 Oktober 2015 bertempat di rumah jabatan Bupati Kapuas dilakukan pelepasan Pawai 1 Muharram 1437 H. Pawai ini diikuti oleh TK / TPA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, Perguruan Tinggi, Majelis Ta'lim, Yasinan, Masjid, Satuan Kerja Perangkat Daerah, Organisasi Mahasiswa dan Organisasi Kemasyarakatan di Kuala Kapuas dan sekitarnya.

Pawai ini menarik karena beberapa hal diantaranya:
  • Mulai dari awal sampai akhir memerlukan waktu lebih dari satu jam untuk pelepasannya
  • Ada sekolah yang mengerahkan sampai 600 orang siswanya untuk mengikuti pawai ini
  • Ketika kelompok TK/SD sudah menyelesaikan putarannya, pawai belum selesai dilepas
  • Ada beberapa kelompok yang berusaha untuk memberikan penampilan dihadapan Bupati, tapi diminta oleh panitia tetap bergerak
  • Menurut panitia, pawai ini merupakan pawai yang paling meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)