Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Hijrah - Momentum solusi bagi masalah kita

Momentum perubahan yang membuat bergulir lajunya roda dakwah makin kencang ketika Rasulullah melaksanakan hijrah. Tujuan syariat mengapa harus ada, maka maqashidul syariah ada 5
  • Menjaga kemaslahatan agama (hifzuddin diin). Kenapa berdakwah, hijrah, untuk menjaga agama.
  • Menjaga kemaslahatan jiwa (hifzun naas). Kenapa dilarang membunuh, melecehkan. Dalam jiwa ada harga diri. Tatkala syariat diberlakukan, pasti menjaga jiwa orang. Termasuk bila kita diminta untuk berperang, pasti ada nilai agama yang diperjuangkan dan nilai kemanusiaan.
  • Menjaga akal (hifzul aql). Kenapa tidak boleh minum khamr, untuk keseimbangan akal.
  • Menjaga keturunan serta nasab (hifzu nasl). Kenapa orang harus menikah, untuk menjaga kehormatan dan menjaga keturunan. Mengapa konflik itu dihindari agar tidak banyak nyawa yang terbunuh. Syariat itu akan menyentuh keempat hal tadi ditambah.
  • Menjaga harga benda (hifzul mal). Tidak boleh mencuri. Masalah warisan.

Dalam hijrah itu ada menjaga agama. Madinah lebih kondusif dari kota-kota lain. Sebelum Rasulullah sampai di Madinah, agama ini sudah menyebar. Madinah tinggal menunggu satria piningit-nya. Hijrah juga menjaga ribuan nyawa, karena setelah agama, yang paling penting dari diri itu adalah nyawa. Demi agama, orang rela mengorbankan jiwa dan agamanya. 

Saat Rasulullah hijrah, sekian banyak nyawa diselamatkan. Saat mereka berada di Mekah mereka disebut sebagai orang-orang yang tertindas. Orang yang tidak mau hijrah disebut sebagai orang-orang yang zalim, karena sudah diberi kesempatan hijrah mereka tidak mau. 

Dalam surat An-Nisaa, 4: 97-100 bercerita tentang hijrah. "Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan oleh malaikat, mereka menzalimi diri mereka sendiri. Malaikat tersebut berkata, Ada apa dengan kalian. Mereka menjawab: Kami adalah orang-orang yang tertindas di Bumi Mekah. Malaikat berkata, "Bukankah bumi Allah itu begitu luasnya yang kalian bisa hijrah kepada. Tempat mereka tidak mau hijrah adalah neraka Jahannam, tempat kembali yang buruk. Kecuali orang-orang yang betul-betul lemah dari orang-orang tua, wanita dan anak-anak yang mereka tidak memiliki kemampuan strategis. Mereka tidak mendapat hidayah untuk mendapatkan jalan. Mereka yang seperti itu mudah-mudahan Allah memberikan maafnya kalau mereka mempunyai alasan. Adalah Allah itu Maha Pemaaf dan Maha Mengampuni."

Dalam Perang Badr, orang-orang yang tidak ikut Hijrah, dipaksa ikut perang. Umat Islam dibantu oleh malaikat. Mereka yang tidak ikut hijrah tersebut dibunuh oleh malaikat. Qur'an mengecam orang-orang yang tidak berhijrah. Mereka yang hijrah, bisa menikah, berdagang. Hijrah adalah momentum solusi bagi masalah kita.

"Siapa yang hijrah di jalan Allah, pasti akan mendapat banyak pengalaman. Siapa yang keluar dari rumah, di tengah jalan di meninggal, Allah sudah mencatat niat orang yang akan hijrah di jalan Allah tersebut."


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)