Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Ujian Kenaikan Tingkat Bagi Asisten Pelatih Perguruan Silat Telapak Sakti

Bapak Sugiyarto (kiri) (Courtesy of Sugiyarto)

Bapak Sugiyarto (paling kiri) (Courtesy of Sugiyarto)

Bapak Sugiyarto (berdiri - keempat dari kiri) (Courtesy of Sugiyarto)
Pada hari Sabtu tanggal 30 Oktober 2015 bertempat di Padepokan Pusat Lembaga Seni Bela Diri Pencak Silat Telapak Sakti Indonesia, Dongkelan Kauman, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta dilaksanakan acara konversi kenaikan sabuk sekaligus acara hari jadi Perguruan Pencak Silat Telapak Sakti. Pendiri Cabang Kalteng, Bapak Sugiyarto mendapat dua gelar yaitu sebagai instruktur sabuk merah dan mendapatkan penghargaan sabuk hitam (pendekar muda) yang akan disyahkan tahun depan pada konversi kenaikan sabuk ke-2.

Saat ini Bapak Sugiyarto adalah pelatih Pencak Silat Telapak Sakti di Pondok Pesantren Al-Amn Kapuas.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)