Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Ingat Ibu Meski di Rantau

Heru Hidayat bersama keluarga
Palangka Raya, Selasa (22/12) Dalam rangka memperingati hari Ibu, Ketua Umum PKS Kalimantan Tengah, Heru Hidayat ingin berbagi pengalaman diantara yang paling berkesan. Hal ini dialaminya pada saat mau pergi menuntut ilmu ke pulau Kalimantan yaitu dengan terlebih dahulu memohon ijin kepada kedua orang tua. Rasa berat bagi kedua orang tua, terutama ibu, ketika harus mengijinkan anaknya untuk pergi jauh merantau yang sebelumnya tidak pernah terbayang bagi sang Ibu. Meski hari-hari sebelumnya ibu adalah sosok yang sering kali menyiapkan sarapan pagi, terkadang memanggil kami untuk membantu beliau mengambil atau membelikan sesuatu yang beliau butuhkan. Berat memang jika harus melepas siapapun anaknya yang sehari-hari terasa dekat dengan sang Ibu. Itulah yang kemudian akan terasa berat di hati siapapun yang akan melepas anaknya untuk pergi jauh dari kebiasaan bersama. Perasaan sang ibu sangat peka terutama ketika harus meneteskan air mata sebagai pertanda bahwa sang anak masih sangat di butuhkan untuk senantiasa dekat. Bisa jadi hal yang sama sahabat juga mengalaminya? 

Bahkan menurut Heru yang telah di amanahi empat orang anak ini menuturkan bahwa "sejak kecil saya sering kali membantu Ibu, meski harus bekerja pada perusahaan keluarga untuk mendapatkan tambahan uang jajan ataupun menambah untuk pembayaran SPP sekolah". Ada perasaan puas dan bangga ketika setiap kali menerima honor dari jerih payah keringat yang dilakukan. Apalagi uang yang di dapat cukup meringankan beban orang tua untuk bisa memenuhi keperluan sekolah. Kemudian Heru bercerita bahwa untuk mencapai sekolah SMP harus mengayuh sepeda sejauh 7 kilo meter untuk bisa sampai di awal jam pelajaran, meskipun banyak diantara anak-anak sekolah menggunakan angkutan umum. Berlanjut sampai harus mengenyam bangku SMA terkadang saya harus mengayuh sepeda sejauh 20 kilo meter. Untuk mengobati rasa lelah dan capai biasanya kami saling jemput rekan-rekan sekolah yang juga menggunakan sepeda, lantas kami bersama-sama mengayuh sepeda menuju ke sekolah ungkap Heru. 

Menyenangkan memang ketika niat untuk bisa sekolah terus menggelora dalam diri kami anak-anak kampung yang sangat membutuhkan ilmu pengetahuan. Karena seringkali kesempatan untuk bisa melanjutkan sekolah sangatlah terbatas, apakah karena alasan biaya, alasan jauh, ataupun alasan lainnya. Namun hari-hari itu saya merasakan bagaimana kedua orang tua kami memberikan dukungan dan doa untuk terus bisa belajar di manapun dan kapanpun. Saya yakin sahabat semua merasakan bagaimana kedua orang tua menginginkan anak-anaknya menjadi orang yang berhasil dan bahagia? 

Begitu besar pengorbanan kedua orang tua untuk bisa merawat, mendidik, dan memberikan kasih sayang kepada kita semua. Dalam hati yang paling dalam pasti ada harapan dan keinginan para orang tua, ayah maupun ibu untuk terus mendoakan anaknya. Begitu besar pula harapan mereka agar kelak memperoleh kebahagiaan dunia akhirat, kebersamaan dalam menempuh kehidupan yang kekal.

Maka dalam kesempatan berharga ini kita semua sebagai anak menyempatkan waktu untuk bisa berkomunikasi, mendoakan, mengungkapkan rasa terima kasih dan jika ada rizqi yang memenuhi berkunjunglah untuk bisa bersilaturahim kepada kedua orang tua. Semoga momentum ini menjadikan pengingat kita akan pengorbanan dan upaya kebaikan dari kedua orang tua kita, terutama untuk Ibu. Meski dari rantau kami sangat merindukan mu Ibu. Tadi pagi secara khusus saya menghubungi Ibu di Kampung, semoga memberikan manfaat dan berkah. Terima kasih, mohon maaf semoga bermanfaat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)