Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Kegiatan Hari Ibu di Puskesmas Melati

Foto bersama pimpinan beserta staf setelah selesai melakukan aktivitas

Pemaparan setiap pemegang program dalam Lokmin Internal rencana kegiatan tahun 2016, dengan menggunakan kebaya.
Dalam rangka memperingati hari Ibu yang jatuh tanggal 22 Desember 2015, karyawan Puskesmas Melati dalam melaksanakan aktivitasnya menggunakan kebaya. Dengan memakai kebaya atau sejenisnya akan lebih mendekatkan ke sosok seorang Ibu sehingga diharapkan karyawan Puskesmas Melati dalam melayani pasien sakit dan sehat,memancarkan sosok seorang Ibu yang penuh kelemah lembutan, kasih sayang, dan ketegasan. Selamat hari Ibu.

Pengirim: dr. Tonun Irawaty

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"