Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Kesan dr. Soemarno Sosroatmodjo terhadap dr. Vischer

dr. Soemarno Sosroatmodjo
dr. Mattheus Carl Vischer
Ia dokter yang sangat trampil dan menimbulkan kesan bahwa ia dapat mengatasi kesukaran dan memenuhi kebutuhan yang diperlukan. Dalam improvisasi ia sangat matang. Kalau tidak ada instrumen, ia membuat sendiri bersama dengan tukang-tukang suku Dayak yang telah terlatih olehnya. Sikap kemasyarakatannya sangat mendalam, sehingga dicintai oleh penduduk Kuala Kapuas. Rumah sakit Zending di Kuala Kapuas merupakan satu-satunya rumah sakit yang lengkap. Saya banyak belajar dari dr. Vischer yang memimpin rumah sakit itu.

Dikutip dari buku " Dari Rimba Raya Ke Jakarta Raya (halaman 253)" karangan dr. H. Soemarno Sosroatmodjo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"