Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Restoran Sawah Buli Lewu

Meja makan di Restoran Sawah Buli Lewu
Saat ditanyakan kepada Ibu Ida Lampang, pengelola restoran yang terletak di Jalan Jepang, Kuala Kapuas ini, mengapa dinamakan Buli Lewu (pulang kampung). Beliau menjelaskan bahwa restoran ini dibangun dilokasi yang mirip suasana kampung, demikian juga dengan desain dari bangunannya dimana seliruhnya menggunakan kayu dan beratap rumbia. Restoran ini juga menyajikan makanan khas dayak. Bila rombongan ingin makan di restoran ini diharapkan untuk dapat memesan terlebih dahulu pada nomor HP 0853 9182 0778.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"