Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Siswa yang ber-Imtaq dan ber-Iptek sebagai generasi penerus

Pada hari Kamis, 17 Desember 2015 bertempat di SMPN 3 Selat dilaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema "Generasi Muda Islam yang ber-Imtaq dan ber-Iptek Untuk Melanjutkan Estafet Kepemimpinan Negeri". Ceramah Maulid difokuskan pada kajian surat Ali Imran, 3: 190-191 yang membahas tentang Ulul Albab, yaitu orang-orang yang berzikir kepada Allah dalam keadaan berdiri, duduk dan berbaring. Mereka senantiasa memikirkan penciptaan langit dan bumi. Mereka adalah orang-orang yang mengakui bahwa tidak ada ciptaan Allah yang sia-sia. Mereka berdo'a kepada Allah SWT agar diselamatkan dari api neraka.

Kegiatan diawali dan diakhiri dengan pembacaan syair Maulid Habsyi yang dibawakan oleh siswa-siswi SMPN 3 Selat.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"