Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Maulid di Akper Pemkab Kapuas

Peserta Maulid di Akper Pemkab Kapuas
Kelompok Maulid Al-Muhibbin dari Maliku
Pada hari Sabtu, 9 Januari 2016 bertempat di Ruang Kuliah kelas III dilaksanakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1437H. Kegiatan ini diikuti oleh para dosen dan mahasiswa. Acara diawali dengan pembacaan Maulid kemudian dilanjutkan dengan ceramah hikmah maulid. 

Ceramah maulid berisi tentang bagaimana Rasulullah memiliki muka yang orang senang untuk memandangnya, seperti memandang bulan. Rasulullah pun wajahnya dikenal oleh Abdullah bin Salam sebagai wajah orang yang bukan pendusta. Bila beliau menyampaikan sesuatu, beliau menyampaikannya dengan lambat, jelas dan berulang-ulang sehingga orang yang mendengarnya bisa menghapal apa yang beliau ucapkan. Beliau pun memiliki sikap sayang kepada anak-anak. Beliau mengusap kepada Abdullah bin Ja'far yang kehilangan ayahnya. Beliau mempercepat shalat ketika mendengar seorang bayi menangis di masjid. Beliau mendo'akan agar anak-anak orang Tha'if yang melemparnya bisa masuk Islam. Dari hubungan yang beliau jalin dengan para sahabatnya, membuat mereka mencintai beliau. Karena mereka cinta kepada beliau maka mereka berusaha sekuat tenaga menjalankan apa yang Rasulullah nasehati untuk mereka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)