Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Maulid di Akper Pemkab Kapuas

Peserta Maulid di Akper Pemkab Kapuas
Kelompok Maulid Al-Muhibbin dari Maliku
Pada hari Sabtu, 9 Januari 2016 bertempat di Ruang Kuliah kelas III dilaksanakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1437H. Kegiatan ini diikuti oleh para dosen dan mahasiswa. Acara diawali dengan pembacaan Maulid kemudian dilanjutkan dengan ceramah hikmah maulid. 

Ceramah maulid berisi tentang bagaimana Rasulullah memiliki muka yang orang senang untuk memandangnya, seperti memandang bulan. Rasulullah pun wajahnya dikenal oleh Abdullah bin Salam sebagai wajah orang yang bukan pendusta. Bila beliau menyampaikan sesuatu, beliau menyampaikannya dengan lambat, jelas dan berulang-ulang sehingga orang yang mendengarnya bisa menghapal apa yang beliau ucapkan. Beliau pun memiliki sikap sayang kepada anak-anak. Beliau mengusap kepada Abdullah bin Ja'far yang kehilangan ayahnya. Beliau mempercepat shalat ketika mendengar seorang bayi menangis di masjid. Beliau mendo'akan agar anak-anak orang Tha'if yang melemparnya bisa masuk Islam. Dari hubungan yang beliau jalin dengan para sahabatnya, membuat mereka mencintai beliau. Karena mereka cinta kepada beliau maka mereka berusaha sekuat tenaga menjalankan apa yang Rasulullah nasehati untuk mereka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"