Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Maulid di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo

Pada hari Jum'at, 8 Januari 2016 bertempat di Mushola Asy-Syifa dilaksanakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini diawali dengan pembacaan syair Maulid oleh tim dari Pondok Pesantren Baabussalam, Jalan Patih Rumbih, Kuala Kapuas. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengampu kepentingan di rumah sakit, mulai dari direktur sampai "cleaning service". Hadir juga dalam maulid ini para anak yatim. Ceramah hikmah maulid disampaikan oleh Ustadz Muhammad Nurani.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"