Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Perpisahan Dokter Internsip Kapuas 2015/2016

Peserta Perpisahan Dokter Internsip Periode 2015/2016
Pada hari Senin, 25 Januari 2016 bertempat di Restoran Sawah Buli Lewu dilaksanakan Silaturahmi Rutin Anggota IDI Cabang Kapuas dan Perpisahan Dokter Internsip Periode 2015/2016. Dalam pertemuan ini penasehat IDI Cabang Kapuas, dr. H. Bawa Budi Raharja, MM memotivasi para dokter internsip untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi dan mengkritisi Dokter Layanan Primer.

Ketua IDI Cabang Kapuas, dr. Safira Amira Tjandrasari, Sp.KJ mengajak para dokter internsip untuk senantiasa memperbaharui ilmu. Selain itu beliau berpesan agar para dokter senantiasa menjaga rapport (hubungan) dengan pasien. Beliau berterima kasih atas semua pengabdian yang telah diberikan selama bertugas di Kapuas.

Dalam kesempatan ini ada perkenalan dengan dr. Nigelia, Sp.OG
Dokter Agus Waluyo sebagai pendamping di Puskesmas Selat juga mohon maaf jika selama membimbing kadang-kadang bersikap agak keras kepada para dokter internsip. Hal ini beliau lakukan agar para dokter siap menghadapi berbagai kemungkinan yang akan terjadi di lapangan, seperti menghadapi kasus syok anafilaksis.
Dalam acara ini ada dokter internsip yang menyampaikan kesan dan pesan yang menyedihkan sekaligus lucu. Kemudian ada penyerahan cendera mata dari IDI Cabang Kapuas kepada para dokter nternsip dan juga dari dokter Internsip kepada IDI Cabang Kapuas. Kemudian ada acara foto bareng dan hiburan sambil makan siang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"