Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Seafood Al-Mugni

Seafood Al-Mugni
Hari ini admin menyengaja untuk melakukan pemetaan di Jalan Jepang, Pulau Telo. Admin meminta ijin untuk memoto dari setiap lokasi yang akan dipetakan di Google Maps. Saat akan minta ijin ke pemilik Seafood Al-Mugni, admin kaget karena pemiliknya adalah Bapak Hanafi Taat. Rupanya beliau sudah pensiun dan sekarang mengelola rumah makan ini. Rumah makan ini melayani para pengguna jalan yang melintasi Jalan Jepang. Menurut beliau pelanggan utama adalah para supir truk atau tronton yang melewati jalan ini. Rumah makan lesehan ini buka dari jam 07.00 - 24.00 WIB. Tempat ini biasanya ramai mulai dari sore sampai malam hari. Rumah makan ini dapat dihubungi pada nomor HP 0823-5314-5956.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"