Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Studi Banding dari RSUD Mas Amsyar Kasongan

Direktur RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo (kiri) dan Kabag Keuangan RSUD Mas Amsyar Kasongan
Pada hari Senin, 25 Januari 2016 bertempat di Aula RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dilaksanakan kegiatan studi banding dari RSUD Mas Amsyar Kasongan. Rombongan ini ingin mempelajari tentang pelayanan gizi, akuntan keuangan, rencana bisnis anggaran dan biaya serta mengenai penerimaan dan pengeluaran.

Rombongan dari RSUD Mas Amsyar Kasongan terdiri Pak Zainal, Ibu Yeni, Ibu Rosepini (Kepala Bagian Keuangan).

Presentasi dari Kapuas dibawakan oleh Ibu Wiwik Suharti (Kepala Instalasi Gizi), Ibu Yuli Antie (Kepala Bidang Keuangan).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"