Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

H. Masrani terpilih sebagai Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kapuas Periode 2015-2020

Pawai menjelang Musda Muhammadiyah Kabupaten Kapuas
Pada hari Sabtu, 13 Februari 2016 bertempat di Masjid Mujahidin, Anjir Serapat Km. 9, Kecamatan Kapuas Timur dilaksanakan kegiatan Musyawarah Daerah ke-7 Muhammadiyah Kabupaten Kapuas. Kegiatan ini diawali dengan pawai yang dilepas dari Masjid Mujahidin Anjir Serapat Km. 10 sampai dengan Masjid Mujahidin Anjir Serapat Km. 9. Pawai ini dilepas oleh Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Dadang Kahmad, M.Si disaksikan oleh Bupati Kapuas beserta ibu dan seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah. Pawai ini diikuti oleh peserta dari Kapuas dan beberapa wilayah di Kalimantan Selatan. Para peserta dari Mandomai datang dengan menggunakan taksi motor, sedangkan peserta dari Kalimantan Selatan datang dengan bus.
Taksi motor yang digunakan peserta dari Mandomai
Setelah pawai dilanjutkan dengan acara pembukaan yang dilaksanakan di halaman Masjid Mujahidin. Setelah itu dilaksanakan kegiatan rapat pleno yang diselenggarakan di SMP Negeri 1 Kapuas Timur setelah shalat Zuhur. Menjelang shalat Ashar dilaksanakan pemungutan suara untuk memilih 9 orang pengurus dari 20 orang calon. Setelah shalat Ashar, dilakukan penghitungan suara yang dilaksanakan di Masjid Mujahidin. Dari penghitungan tersebut, H. Masrani mendapatkan suara terbanyak yaitu 51 dari 54 suara yang ada. Beliau sekaligus menjadi ketua tim formatur yang dibantu oleh H. Kamarudin, H. Marwan, Saifudin, Saleh Makki, Suwarno Muriyat, Sidik Widiantoro, M. Jalaludin dan Radiansyah.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"