Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Advokasi dan Sosialisasi PIN Polio 2016

Pertemuan Advokasi dan Sosialisasi PIN Polio 2016
Pada hari Selasa 2 Maret 2016, setelah tertunda beberapa kali, akhirnya dapat terlaksana Advokasi dan Sosialisasi dengan Pemerintah Daerah dan Lintas Sektor terkait PIN POLIO, penggantian tOPV ke bOPV, Introduksi IPV, dan Crash Program Campak. Kegiatan ini diselenggarakan di ruang rapat Bupati Kapuas. Semula direncanakan akan dihadiri oleh Bupati Kapuas, namun karena Bupati ada kesibukan lain, akhirnya kegiatan ini dihadiri dan dipimpin oleh Sekda Kapuas Rianova, SH.

Dalam sambutan Bupati Kapuas yang dibacakan oleh Sekda, Bupati mengharapkan agar semua pihak wajib mensukseskan PIN Polio maupun imunisasi dasar lengkap, dan bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan saja. Bupati juga menyinggung masalah GEBER PSN 4 M Plus dan Satu Rumah Satu Jumantik yang harus dilakukan sebagai pencegahan efektif Demam Berdarah (DBD). Sedang fogging bukanlah cara efektif untuk pencegahan DBD.

Dalam acara ini Kepala dinas Kesehatan Kapuas dr. Adelina Yunus memberikan paparan mengenai rangkaian kegiatan Eradikasi Polio (termasuk PIN Polio) dan Crash Program Campak. Selain itu dr. Adelina juga memaparkan situasi terkini DBD, dan cara-cara penanggulangan, serta upaya yang sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan Puskesmas.

HIV AIDS pun ikut dipaparkan mengingat mulai meningkatnya kasus HIV AIDS dan ini termasuk fenomena gunung es yg harus diwaspadai.

Setelah diskusi / tanya jawab, akhirnya disimpulkan oleh Sekda bahwa semua pihak wajib mensukseskan PIN POLIO utk eradikasi Polio, meningkatkan GEBER PSN dan Satu Rumah Satu Jumantik, serta pencegahan HIV AIDS. Ini semua bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan saja. Acara dihadiri oleh para Camat, SKPD terkait, organisasi profesi, dan PKK.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)