Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Bank Kalteng serahkan "door prize" untuk kegiatan donor darah massal 3 April 2016

Ahmad Efendi (paling kiri), ketua panitia, menerima "door prize" dari Bank Kalteng

Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Kuala Kapuas ke-210 dan HUT Pemkab Kapuas ke-65, PMI Kabupaten Kapuas menyelenggarakan kegiatan donor darah massal. Kegiatan ini insya Allah akan diselenggarakan pada hari Minggu, 3 April 2016 di Gelanggang Olahraga (GOR) Panunjung Tarung, Kapuas. Untuk menyemangati masyarakat agar mau mendonorkan darahnya, PMI Kabupaten Kapuas menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk penyediaan "door prize".

Pada hari Rabu, 23 Maret 2016, pihak Bank Kalteng menyerahkan "door prize" kepada ketua panitia donor darah massal yaitu Ahmad Efendi. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"