Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Diskusi Lintas Pemuda Tentang LGBT - Korps HMI-Wati

Shandy, S.Pd.I sedang menyampaikan materi
Pada hari Sabtu, 5 Maret 2016 bertempat di audotorium Sekolah Tinggi Agama Islam Kuala Kapuas dilaksanakan Diskusi Lintas Pemuda dengan tema "Jika LGBT dilegalkan bagaimana nasib Indonesia dan peradaban". Kegiatan ini dilaksanakan oleh Korps HMI-wati (Kohati) Cabang Kuala Kapuas.
Pembicara dalam kegiatan ini adalah dr. Jum'atil Fajar, MHlthSc yang membawakan tema LGBT dari sudut pandang Islam dan kesehatan. Pembicara lain Shandy, S.Pd.I menyampaikan materi LGBT dari sudut pandang keindonesiaan. Hadir dalam kegiatan ini para alumni HMI, pelajar SMA dan Aliyah dilingkungan Kuala Kapuas.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"