Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pasar tradisional bertahan menghadapi "pasar modern"


Sore ini, (12 Maret 2016) admin kembali menyempatkan diri untuk berjalan-jalan ke Pasar Sabtu yang ada di Jalan Kapten Pierre Tendean, Kuala Kapuas. Pasar ini sekarang makin panjang. Dari ujung ke ujung memerlukan waktu perjalanan lima menit. Tentu saja lambatnya perjalanan dikarenakan banyaknya orang yang ada di jalan.

Pelanggan pasar ini adalah para penghuni rumah yang ada di Jalan Kapten Pierre Tendean dan sekitarnya serta masyarakat yang ada di seberang seperti dari Desa Panamas dan Tarantang. Kalau dilihat dari jenis barang yang dijajakan, tampak bahwa makin variatif barang-barang yang dijual.

Keberadaan minimarket (Alfamart, Indomaret) yang makin menjamur masih belum menyurutkan langkah orang untuk berbelanja ke pasar tradisional ini.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"