Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pencanangan Pekan Imunisasi Nasional Polio Kabupaten Kapuas 2016

Sambutan Bupati Kapuas saat pencanangan PIN Polio 2016 (Courtesy of dr. Tonun Irawaty)

Seluruh petugas dan kader yang terlibat di Pos PIN Polio Posyandu Permata Bunda, selesai pencanangan (Courtesy of dr. Tonun Irawaty)

Pak Yunus, pemantau independen dari WHO sedang mewawancarai kader Posyandu Bunga  di Jalan Tendean saat pelaksanaan PIN tanggal 8 Maret 2016
Suasana Pos PIN Polio di Posyandu Bunga di Jalan Kapten Pierre Tendean, Kuala Kapuas
Selasa 8 Maret 2016 dicanangkan PIN polio di Kab Kapuas oleh Bupati Kapuas, bertempat di Posyandu Permata Bunda Jl Cilik Riwut no 10 Kelurahan Selat Hulu. Acara dihadiri oleh unsur forkompida, ketua DPRD, ketua TP PKK, para kepala SKPD, Camat dan seluruh tokoh serta masyarakat. Warga sangat antusias, hingga lebih dari 370 anak ditetes vaksin di POS PIN tersebut.

Pos PIN Polio di Posyandu Mawar termasuk wilayah kerja Puskesmas Selat, yang buka pada sore hari sejak jam 15.00 WIB.

dr. Agus Waluyo (kanan) di Pos PIN Polio Posyandu Mawar
Dokter Agus Waluyo dari Puskesmas Selat melaporkan bahwa upaya yang dilakukan oleh Puskesmas Selat untuk pendataan dan promosi Pos PIN dilakukan hingga door to door. Namun ternyata masih ada saja warga yang malas membawa anaknya ke Pos PIN dengan berbagai alasan.

Demikian juga dengan penuturan salah satu juru imunisasi (jurim) dari puskesmas lainnya. Jurim ini menyampaikan ada saja warga yang tidak membawa anaknya ke Pos PIN yang sangat dekat dengan rumahnya. Alasannya ada yang karena anaknya tidak mau, atau lebih suka menunggu petugas mendatangi rumahnya (sweeping) meskipun lokasi Pos PIN kurang dari 100 meter dari rumahnya.

Perlu upaya seluruh masyarakat untuk melakukan mobilisasi sosial, tidak hanya tanggung jawab petugas kesehatan saja.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"