Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pencanangan PIN Polio di Kecamatan Kapuas Murung

dr. Timothy Von Simon sedang menyampaikan sambutan
Pada hari Selasa, 8 Maret 2016 bertempat di Posyandu Bunga Mekar, Kelurahan Palingkau Baru, Kecamatan Kapuas Murung dilaksanakan kegiatan Pencanangan PIN Polio. Pencanangan dilakukan oleh Bapak Camat Kapuas Murung, Ir. H. Abdul Riva'i dengan melakukan penetesan vaksion polio kepada balita, dilanjutkan oleh ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Kapuas Murung dan unsur Tripika lainnya.. 
Penetesan vaksin polio oleh Camat Kapuas Murung
Pelaksanaan kegiatan pencanangan ini dikoordinir oleh Puskesmas Palingkau yang dipimpin oleh dr. Timothy Von Simon.
Penetesan vaksion polio oleh Ketua TP PKK Kecamatan Kapuas Murung


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"