Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Sosialisasi HIV - AIDS dalam rangka HUT Yayasan Kemala Bhayangkari

Kegiatan sosialisasi yang dibuka oleh Kapolres Kapuas di dampingi Ketua YKB Cabang Kapuas
dr.Tonun Irawaty Panjaitan sedang memberikan materi

Pemberian cenderamata dan foto bersama perwakilan peserta Sosialisasi HIV AIDS
Tanggal 28 Maret 2016,dalam rangka HUT YKB (Yayasan Kemala Bhayangkari) ke-36 tahun 2016, pengurus Kemala Bhayangkari Cabang Kapuas bekerjasama dengan Polres Kapuas dan KBP3 mengadakan Sosialisasi HIV-AIDS yang bertempat di halaman belakang Polres Kapuas. Dalam kegiatan ini pihak panitia mengundang dr.Tonun Irawaty Panjaitan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas sebagai narasumber. Acara diikuti oleh perwakilan siswa siswi SD,SLTP,SLTA,Polri,Bhayangkari,PNS Polri serta guru-guru pendamping. 

Dalam kata sambutan sekaligus membuka acara secara resmi, Kapolres Kapuas AKBP Hendra Rochmawan,S.IK.,M.H yang didampingi Ketua YKB Kapuas Ny.Neneng Hendra Rochmawan menyampaikan bahwa HIV AIDS penting diketahui sejak dini agar kita terhindar dari penyakit yang dianggap sebagai kutukan. Pada penyampaian materi sosialisasi HIV-AIDS, narasumber menyampaikan jika penyakit ini sudah ada di Kapuas dengan data 21 pasien yang terdeteksi dan permasalahan ini merupakan tanggung jawab kita bersama, orang tua, guru, tenaga kesehatan dan juga pihak kepolisian serta seluruh masyarakat .Oleh sebab itu diharapkan kerjasama semua pihak. Walaupun di tengah kegiatan diguyur hujan deras tapi tidak mengurangi antusiasme peserta penyuluhan.

Ditulis oleh: dr. Tonun Irawaty Panjaitan


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"