Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Puskesmas Selat perlu kursi gigi baru

Puskesmas Selat
Saat berobat gigi ke Poliklinik Gigi di Puskesmas Selat pada hari Kamis, 7 April 2016, perawat gigi menyampaikan bahwa sampai saat ini meja gigi yang ada belum bisa digunakan untuk membor gigi. Saat menunggu obat, pimpinan Puskesmas Selat, dr. Agus Waluyo, MM menyampaikan bahwa meja gigi tersebut sudah rusak sejak beliau masih bertugas di Puskesmas Selat dulu, sebelum pindah ke Akademi Keperawatan Pemkab Kapuas. Menurut keterangan beliau kendalanya adalah pada mahalnya biaya pengadaan kursi gigi tersebut. Mudah-mudahan dalam anggaran Dana Alokasi Khusus tahun ini, bisa diupayakan pengadaan kursi gigi ini sehingga pasien yang bisa ditangani di puskesmas tidak perlu dirujuk ke rumah sakit.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"