Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Peningkatan Kapasitas Petugas Kesehatan Dalam Deteksi Dini Hepatitis B dan C

Foto bareng peserta Peningkatan Kapasitas Petugas Kesehatan Dalam Deteksi Dini Hepatitis B dan C
Dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Hepatitis, Subdit Hepatitis dan ISP Ditjen P2P Kemenkes RI melaksanakan Peningkatan Kapasitas Petugas Kesehatan dalam Deteksi Dini Hepatitis B dan C di  Hotel Mercure Jakarta 25-29 April 2016.

Pertemuan ini diikuti oleh 23 provinsi yang terdiri dari para kepala seksi penanggulangan penyakit dinas kesehatan Kabupaten / Kota dan Konselor HIV yang dipersiapkan untuk pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian Hepatitis di tahun 2016 atau 2017. 

Diharapkan melalui pelatihan ini selanjutnya daerah dapat melaksanakan deteksi dini Hepatitis khususnya pada semua ibu hamil dan kelompok beresiko lainnya. Deteksi dini pada ibu hamil sangat penting mengingat Hepatitis B ini dapat ditularkan dari ibu ke anak. Dengan diketahui sejak dini, maka selain ibu hamil dapat dirujuk untuk pengobatan, bayi yang dilahirkan pun dapat dilakukan intervensi untuk mencegah tertular Hepatitis B. 

Dari Kalimantan Tengah peserta yang ditugaskan adalah pak Bahrudin Kasi P2 Dinkes Kotawaringin Timur, bu Tri Setyautami kasi P2 Dinkes Kapuas, dan bu Yunida konselor HIV RSUD Dorys Silvanus.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)