Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

PLN 123 - ditanya malah bertanya

Bulan saat mati lampu
Itu kesan yang muncul setelah berkali-kali menelpon 123 ketika listrik padam. Nampak sekali bahwa sistem di PLN masih belum online untuk data pemadaman. Sangat berbeda rasanya ketika kantor PLN setempat masih bisa diakses.

Ketika kita menelpon 123 mereka akan menanyakan dimana pemadaman listrik terjadi. Kemudian mereka akan mengecek database mereka. Kalau tidak ada di database mereka justru balik bertanya dimana pemadaman terjadi sedetil-detilnya kemudian meminta pelanggan umtuk mencatat nomor pengaduan. Padahal seringkali setelah itu tidak ada tindak lanjut, karena memang tidak ada yang bisa dilakukan oleh PLN setempat karena biasanya masalahnya adalah di pembangkit tenaga listrik.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"