Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Exam Tourism

Sop buah di salah satu warung di Unlam
Bila selama ini kita mengenal istilah eco-tourism, medical tourism, maka perlu ada istilah baru yaitu exam tourism. Hal ini sempat terpikir oleh admin ketika mengetahui bahwa saat SBMPTN terjadi peningkatan yang luar biasa dalam hunian hotel. Hotel-hotel yang berada disekitar lokasi ujian sudah banyak yang penuh, terutama untuk kelas-kelas standar.

Tidak hanya hotel, tempat makan yang ada disekitar hotel itupun juga mendapat tamu-tamu yang tidak biasa. Meskipun hanya sehari, namun momen ini bisa menjadi satu dari sekian banyak momen yang masuk dalam kalender para pengusaha.

Keberadaan saudara atau keluarga dari peserta ujian di sekitar lokasi ujian sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk menawarkan berbagai produk kepada mereka.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"