Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Bagian anda di bulan Ramadan

Ramadan merupakan bulan yang agung dan diberkahi, tapi tidak semua orang memasukinya, secara otomatis mendapatkan keberkahan yang dibawanya. Bila hujan, kolam, kolam renang, kanal dan sungai menerima bagiannya sesuai dengan kedalaman dan ukurannya. Juga, berbagai bagian dari tanah pertanian menghasilkan panen sesuai dengan berbagai kemampuan mereka. Hujan sama bagi semua, tapi lubang kecil tidak bisa menerima air sebanyak kolam besar. Kemudian, curahan hujan pada sebuah batu, tidak bermanfaat banyak, dia hanya akan berada di permukaan dan mengalir keluar darinya. Tetapi jika curahan hujan tersebut jatuh pada tanah yang subur, dia akan menghidupkannya. Hal yang sama juga berlaku bagi manusia.

Apa yang akan terjadi dengan bagian anda di bulan Ramadan? Seperti tanah yang subur, anda mungkin akan menjadi orang yang berhati lembut, mata yang mudah menangis, menabur benih keimanan dan ketetapan hati pada diri anda, dan menambah kemampuan anda. Jadi sebuah benih akan tumbuh menjadi tunas, dan tunas menjadi pohon. Pohon akan menghasilkan buah dari amal baik, dan anda akan menuai buah tersebut - buah dari kebahagiaan yang abadi. Sama seperti petani, ketika anda menabur benih, maka anda akan menuai, dan semakin banyak anda bekerja keras, semakin banyak yang anda peroleh. Tetapi jika anda tetap berhati keras, seperti petani yang tidur ketika waktunya untuk bangun dan bekerja, maka keberkahan dan kebaikan Ramadan dan Tarawih akan berlalu tanpa memberikan manfaat kepada anda, seperti curah hujan yang tidak memberi manfaat kepada batu.

Tidak ada yang bisa kita dapat melainkan atas izin Allah. Tetapi izin Allah hanya bagi orang-orang yang bekerja keras di jalan Allah. Jika anda hanya berdiam saja, tidak sadar, maka izin Allah tidak akan anda peroleh.

Jadi, hati-hati jangan sampai seluruh keberkahan bulan Ramadan berlalu, dengan curahan keberkahan dan kebaikan, dan anda tetap tidak mendapatkan apa-apa.

Semuanya bergantung pada anda! Persiapkan diri anda untuk menyambut ramadan sebaik-baiknya, dan cobalah memanfaatkannya semaksimal mungkin. Temukan rahasia kebesaran Ramadan, pahamilah pentingnya persiapan untuk menyambutnya. Gunakan kesempatan yang disediakannya untuk mendapatkan manfaat terbaik, hargai hal-hal yang mendukung perhatian dan fokus. Rekomendasikan cara-cara dan upaya-upaya untuk membuat perjalanan menuju tujuan mudah dan lebih berpahala. Hindari jalan dan pendekatan yang membuat frustasi terhadap keseluruhan tujuan yang mengakibatkan kegagalan dan kerusakan.

Disarikan dari Making Most of Ramadan by Khurram Murat oleh Friday Nasiha 3 Juni 2016


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)