Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Dokter internsip memulai rotasi di poliklinik dan ruangan rumah sakit

Dokter internsip sedang memperkenalkan diri
Sejak minggu lalu, dokter internsip yang ditempatkan di Kuala Kapuas sudah mendapatkan penjelasan dari pendamping mereka, dr. Erny Indrawati tentang jadwal internsip di poliklinik dan ruangan di rumah sakit. Pada hari Selasa, 21 Juni 2016 para dokter internsip ini mengikuti pertemuan Komite Medik. Dalam pertemuan ini mereka diminta untuk memperkenalkan diri kepada teman-teman sejawat yang lain.

Dalam periode internsip tahun ini, Kabupaten Kapuas mendapatkan jatah 6 orang dokter internsip. Mereka menjalani kegiatan internsip di Puskesmas Selat, Puskesmas Melati dan rumah sakit.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"