Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pesantren Ramadhan Angkatan Muda Masjid Agung Al-Mukarram Amanah

Ibu Ary Egahni Ben Bahat, SH sedang menyampaikan materi
Pada hari Senin, 13 Juni 2016, Ketua Tim Penggerak PKK, Ary Egahni Ben Bahat, SH menyampaikan materi "Kasih Sayang Orang Tua adalah Kasih Sayang Allah" dalam kegiatan Pesantren Ramadhan Angkatan Muda Masjid Agung Al-Mukarram Amanah. Peserta yang terdaftar dalam kegiatan ini adalah sebanyak 1.700 orang, namun yang aktif sebanyak 500 orang. Jumlah panitia sebanyak 72 orang. Direncanakan penutupan pesantren Ramadhan besok dilakukan dengan buka puasa bersama.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"