Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Setor hapalan satu halaman per hari - Mini Camp Qur'an 2016


Kegiatan Mini Camp Qur'an yang berlangsung sejak awal Ramadhan lalu sudah mulai membuahkan hasil. Para peserta diminta untuk menyetorkan hapalannya satu halaman per hari. Setelah setoran ada kegiatan dimana mereka mengulang kembali hapalan mereka dengan membaca ayat yang dihapal secara bergiliran. Karena seringnya mengulang hapalan, ada diantara peserta Mini Camp ini yang sudah berani untuk menjadi imam shalat di langgar, meskipun usianya baru tamat SMP.

Peserta Mini Camp Qur'an ini bertambah dengan adanya para peserta yang ingin mengikuti program "tahsin" (memperbaiki bacaan Qur'an).

Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Al-Ihsan ini dikelola oleh Lembaga Tahfidz Kalimantan (LTK).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"