Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Shalat saja dulu !

Ucapan diatas sering diucapkan oleh kaum di langgar kami ketika ada yang berdiri menunggu iqamah karena bacaan sebelum shalat subuh mendekati akhir. Mendengar ucapan tersebut, biasanya ma'mum itu akan shalat sunnat sebelum subuh dulu. Nah sambil menunggu yang bersangkutan shalat, kaum kami akan membaca tahlil untuk mengisi waktu. Setelah orang tadi selesai shalat barulah kaum akan mengucapkan "astaghfirullah al azhim ...", bacaan sebelum iqamah.

Saran untuk mengerjakan shalat sunnat sebelum subuh ini, sesuai dengan semangat hadits berikut:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
Dua raka’at fajar (shalat sunnah qobliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim no. 725).


Komentar

Postingan populer dari blog ini