Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Kesan dari peserta pelatihan terbaik - Semoga staf yang lain juga dilibatkan

Yayoe Winiarti sedang menyampaikan sepatah kata
Pada hari Selasa, 19 Juli 2016 bertempat di aula RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dilaksanakan kegiatan penutupan Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Infeksi (PPI) Dasar bagi Infection Prevention Control Link Nurse (IPCLN). Dalam kegiatan ini peserta terbaik yaitu Yayoe Winiarti menyampaikan bahwa mereka berterima kasih sudah diberikan kesempatan untuk menambah pengetahuan mengenai PPI. Mereka mengharapkan agar pelatihan yang sama juga diberikan kepada para staf rumah sakit. Pelatihan ini berlangsung selama 4 hari yaitu tanggal 14-15 dan 18-19 Juli 2016.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"