Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Menunggu bantuan datang

Pada hari Sabtu, 21 Mei 2016 yang lalu, admin bersama anak perempuan mengunjungi Kapuas Education Expo 2016 yang diselenggarakan di Citimall, Kuala Kapuas. Saat itu admin berencana untuk menggunakan ATM untuk mengambil uang, kemudian belanja sebentar di Hypermart, kembaliannya digunakan untuk bayar parkir. Waktu itu admin sama sekali tidak membawa uang tunai.

Sesampainya di Hypermart, admin langsung ke ATM, ternyata ATM-nya rusak. Kami berdua akhirnya melihat-lihat Kapuas Education Expo 2016 dulu, kemudian menghubungi Ahmad (anak laki-laki admin) yang masih ada di rumah untuk membawa uang kecil untuk membayar parkir.


Setelah menunggu sekitar 10-15 menit. akhirnya Ahmad datang dengan membawa uang kecil untuk membayar parkir. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"