Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pak ketua RT jadi imam di langgar

Kita semua sangat merindukan pemimpin yang bisa menjadi teladan bagi masyarakat. Kalau kita lihat teladan tertinggi kita, Rasulullah SAW, beliau menjadi teladan dalam semua aspek kehidupan. Dalam keluarga, beliau menjadi suami yang baik, ayah yang baik, kakek yang baik. Dalam kehidupan masyarakat beliau menjadi teladan dalam masalah berinteraksi dengan manusia, dengan senyumannya yang tulus, dengan sikapnya yang mau mendengarkan orang lain, dengan ketepatannya memenuhi janji. Dalam kehidupan keagamaanpun beliau menjadi senantiasa memberikan solusi dari Qur'an, menjadi khotib saat Jum'at dan menjadi imam dalam shalat fardhu.

Para Khulafaur Rasyidin sesudah Rasulullah senantiasa menjadi imam dalam shalat fardhu di masjid. Namun sayangnya tradisi ini tidak berlanjut pada masa dinasti Umayyah, Abbasiyah dan Turki Utsmani. Sekarang amat jarang kita menyaksikan para pemimpin menjadi imam shalat bagi masyarakatnya. Jadi ketika ada seorang ketua RT yang mau menjadi imam shalat fardhu di langgar, maka kita patut memberikan acungan jempol untuk mereka.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"