Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Tim Jumbara Nasional Kalteng buat gerbang sederhana

Perkemahan Tim Jumbara Nasional Kalteng (Courtesy of Muhammad Yusuf)
Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Nasional 2016 bertempat di Bumi Perkemahan Tonasa 1, Kelurahan Tonasa, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan. Sejak dua hari yang lalu, tim pendahuluan dari Kalimantan Tengah sudah mulai menghias lokasi perkemahan. Tenda sudah didirikan oleh panitia, tim pendahuluan mempersiapkan lokasi. Mulai malam Minggu (23 Juli 2016) lampu sudah mulai menyala di tenda-tenda peserta. 

Saat tulisan ini dibuat, tim jumbara nasional Kalteng baru mendarat di Bandar Udara Hasanudin, Makasar, Sulawesi Selatan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"