Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Crash Program Campak di Kabupaten Kapuas

Mulai tanggal 1-14 Agustus 2016 Kabupaten Kapuas bersama dengan 183 kabupaten/ kota di 28 Provinsi melaksanakan Crash Program Campak bagi anak usia 9-59 bulan, tanpa memandang status imunisasi Campak sebelumnya. ImunisasiCampak tambahan ini dilaksanakan bersama dengan pemberian Vitamin A. Pelaksanaannya berlangsung di Puskesmas, Pustu, Poskesdes, posyandu, RSUD, TK, PAUD, dan pos-pos lainnya. 

Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap vaksin palsu. Selama ini vaksin yang digunakan oleh puskesmas dan jaringannya adalah vaksin dari Biofarma yang didistribusikan secara berjenjang ke Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas.

Imunisasi Campak Tambahan ini ditargetkan mencapai hasil minimal 95% sasaran. Dukungan lintas sektor, tokoh masyarakat, tokoh agama, PKK, sangat diperlukan demi suksesnya pelaksanaan Imunisasi Campak Tambahan ini.

Kepala Puskesmas Melati, dr. Tonun Irawati menyampaikan bahwa di lapangan, petugas ada yang mengalami kendala dari ibu-ibu yang tidak mau mengimunisasikan anaknya, maunya diberi vitamin A saja. Cara mengatasinya yakni petugas diminta untuk terus membujuk para ibu tersebut agar mau mengimunisasikan anaknya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"