Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Siswa SMK Al-Amin Kapuas berasal dari berbagai daerah

Siswa-siswi SMK Al-Amin Kapuas sedang mengerjakan kuis
Tahun 2016 ini, siswa-siswi SMK Al-Amin Kapuas kembali berasal dari berbagai daerah. Mulai dari tetangga pondok pesantren yaitu Dusun Simpang Bungai, Palingkau, Dadahup, Lamunti, Kuala Kapuas, bahkan Palangka Raya. Tahun ini, lengkap dari kelas X sampai XII. Asalnya SLTP-nya pun juga ada yang dari SMP, ada juga yang dari MTs. SMK terus berbenah dengan terus mengupayakan proses pembelajaran yang baik, berikut dengan guru yang berkualitas dan ruang praktek yang terus dibenahi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"