Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pelatihan Penanggulangan Bencana Kebakaran dan Simulasi Jalur Evakuasi‏

Narasumber dari Balakar 545 Kapuas
Pada hari Sabtu, 3 September 2016 bertempat di aula rumah sakit dilaksanakan Pelatihan Penanggulangan Bencana Kebakaran dan Simulasi Jalur Evakuasi. Pelatihan ini diberikan oleh Tim Balakar 545 Kapuas.

Bapak Heribowo dari Balakar menjelaskan bahwa penanggulangan kebakaran di RS berbeda dengan kebakaran di tempat lain. Jalur evakuasi harus kosong. Harus ada dua tim yang terlatih untuk pemadam kebakaran. Rumah sakit kalau bisa ada mesin pompa, kemudian ada hidran.

Saat praktek, peserta diminta untuk memadamkan api yang ada dalam drum dengan menggunakan selimut basah dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"