Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

"Market Day" SMPIT Al Amin Kapuas

Tetap jualan meski hujan
Pada hari Minggu, 9 Oktober 2016 bertempat di Jalan Maluku (Stadion Panunjung Tarung), Kuala Kapuas, OSIS SMPIT Al Amin Kapuas berjualan Pempek Palembang, Jely art, abon dan aneka makanan olahan lainnya. Menurut keterangan Bapak Agus Setiawan (pengurus Yayasan Al Amin Kapuas bidang SIT), meskipun hujan, namun pempek yang dijual anak-anak cukup diminati oleh pembeli.
Dagangan OSIS SMPIT Al Amin Kapuas

Foto bareng di depan dagangan
 
Menyiapkan pempek dtengah hujan
*Foto-foto disediakan oleh Bapak Agus Setiawan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"