Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pertigaan batalyon ditutup untuk kendaraan roda empat

Pembangunan jembatan baru
Sejak bulan Oktober 2016 yang lalu, jalan dari Tendean ke Jalan Kalimantan tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat mengingat jembatan yang ada di pangkal Jalan Kalimantan sedang menjalani pembangunan jembatan baru. Pemborong hanya menyediakan jalan untuk kendaraan roda dua. Bagi mereka yang ingin mengakses jalan Kalimantan dari Jalan Ahmad Yani menggunakan kendaraan roda empat harus melalui jalan Sumatera.

Proyek senilai Rp 506.786.000 ini dikerjakan oleh CV. Tirta Kencana yang berpusat di Buntok. Proyek ini diharapkan untuk selesai pada tanggal 7 Desember 2016.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"