Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pelayanan pasien jiwa di Terusan Tengah

Foto bersama Bupati Kapuas, Ketua PMI, Sekretaris Dinkes dan Kepala Puskesmas Terusan Tengah (paling kanan) (Courtesy of Sri Handayani)
Pada hari Selasa, 14 Desember 2016 bertempat di Desa Terusan Raya dilaksanakan kegiatan pelayanan bagi pasien gangguan jiwa, sunatan massal, pemasangan implant dan peresmian rumah tunggu kelahiran. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Palang Merah Indonesia Kabupaten Kapuas, Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kapuas, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kapuas, IDI Cabang Kapuas, PPNI serta tuan rumah, Puskesmas Terusan Tengah. 

Hadir dalam kegiatan tersebut Ir. Ben Brahim S. Bahat, MM, MT (Bupati Kapuas), Ary Egahni Ben Bahat, SH (Ketua PMI Kabupaten Kapuas), Rahmadi Muan (Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kapuas), Apendi, SKM, MM (Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas), dr. Safira Amira Tjandrasari, Sp.KJ (IDI Cabang Kapuas) bersama rombongan.

Kunjungan ini sebenarnya menjawab permintaan dari Kepala Desa Terusan Raya yang melaporkan bahwa mereka memiliki beberapa pasien gangguan jiwa, kepada ketua PMI Kabupaten Kapuas, Ary Egahni Ben Bahat, SH. Untuk efisiensi biaya, kegiatan ini didanai dari berbagai sumber.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"