Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Tidak memarahi anak yang bermain di masjid

Peserta ibu-ibu
Pada hari Senin, 12 Desember 2016 bertempat di Mushola Al Hikmah, Desa Palingkau Jaya (Palingkau SP1), Kecamatan Kapuas Murung, dilaksanakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Dalam kegiatan penceramah menjelaskan bahwa Rasulullah sudah memerintahkan kita untuk mengajarkan anak shalat sejak umur 7 tahun dan memukulnya bila umur 10 tahun tidak shalat. Jadi kita mengajak anak untuk shalat sebanyak 5.475 kali dalam tiga tahun tersebut.
Peserta bapak-bapak
Rasulullah membuat asosialisi positif bagi anak-anak yang shalat berjama'ah di masjid berupa usapan di pipi, usapan di kening sebagai bentuk kasih sayang. Selain itu beliau juga mendo'akan anak-anak yang membantu menyiapkan wudhu' beliau. Bahkan Rasulullah mengizinkan Abdullah bin Abbas untuk shalat malam bersama dengan beliau di rumahnya.

Penceramah juga mengajak kepada pada orang tua untuk tidak cepat memarahi anak yang suka bermain di masjid dengan mencontohkan bagaimana Rasulullah membiarkan Hasan dan Husain bermain di punggungnya ketika beliau sedang mengimami shalat. Kemudian bagaimana Rasulullah bersikap baik kepada orang Badui yang kencing di masjid. Anak-anak kita kan tidak kencing di masjid.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"